Pengertian Alquran, Isi, Sejarah Dan Tujuan Alquran

Apa pengertian Alquran ?

Pengertian Alquran Lengkap dengan Sejarah Dan Tujuan Alquran – Kitab suci umat islam ini Telah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW 14 Abad Yang silam. Tapi mungkin diantara kita ada yang belum mengetahui pengertian atau arti alquran baik secara bahasa atau istilah, demikian pula dengan kandungan kandungan Aquran.

Lebih jauh lagi, apa sebenarnya fungsi dan tujuan alquran tersebut ? Bagaimana sejarah diturunkannya Alquran. Demikian pula dengan nama nama alquran, sifat alquran serta kedudukan orang yang membaca Alquran ? Karena banyak sekali keistimewaan Alquran.

Oleh karena itu dalam artikel kali ini kita akan sama sama untuk memahami pengertian Alquran secara lengkap. Walaupun bukan seperti makalah, mudah mudahan dapat menambah wahana kita dalam mengetahui isi kandungan Alquran.

Pengertian Alquran secara Bahasa

Allah Swt memilih beberapa nama bagi wahyu-Nya, yang berbeda sekali dari bahasa yang biasa digunakan masyarakat Arab untuk penamaan sesuatu, Nama-nama itu mengandung makna yang berbias dan memiliki akar kata.

Di antara beberapa nama itu yang paling terkenal ialah al-Kitab dan al-Qur’an.

Adapun penamaan wahyu itu dengan Al-qur’an memberikan pengertian bahwa wahyu itu tersimpan di dalam dada manusia mengingat nama al-Qur’an sendiri berasal dari kata قراْ – يقراْ – قراءة .

Qara’a , yaqra’u , qira’atan yang artinya adalah bacaan atau yang dibaca.

Dan didalam kata qira’ah terkandung makna : agar selalu di ingat.

Pengertian Aquran secara Istilah

Secara istilah Para ulama dalam memberikan definisi Al-Qur’an sangatlah beragam sesuai sudut pandang masing masing diantaranya :

Manna’ Al-qaththan:

“ Kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dan orang yang membacanya akan memperoleh pahala “

Al-Jurjani

“ Yang diturunkan kepada Rasulullah SAW, ditulis dalam mushaf, dan diriwayatkan secara mutawatir tanpa keraguan “.

Abu Syahbah

“ Kitab Allah yang diturunkan baik lafadz maupun maknanya kepada Nabi terakhir, Muhammad SAW, diriwayatkan secara mutawatir, yakni dengan penuh kepastian dan keyakinan, serta ditulis pada mushaf, mulai dari awal surat Al-Fatihah sampai akhir surat an-Nas.

Ulama usul Fiqih dan Fiqih.

“ Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, lafadz-lafadznya mengandung mukjizat, membacanya mempunyai nilai ibadah, diturunkan secara mutawatir, dan ditulis pada mushaf, mulai dari al-Fatihah sampai an-Nas.

Ada juga yang mengatakan:

Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, dengan bahasa Arab, yang sampai kepada kita secara mutawatir, yang ditulis di dalam mushaf, dimulai dari Surah al-Fatihah dan diakhiri dengan Surah an-Nas, membacanya berfungsi sebagai ibadah, sebagai mukjizat bagi Nabi Muhammad dan sebagai hidayah atau petunjuk bagi umat manusia.

Ulama

Dari beberapa definisi yang disebutkan, dapat dikatakan bahwa

unsur-unsur utama yang melekat pada Al-Qur’an adalah:

a. Kalamullah

b. Diturunkan kepada Nabi Muhammad

c. Melalui Malaikat Jibril

d. Berbahasa Arab

e. Menjadi mukjizat Nabi Muhammad

e. Berfungsi sebagai “hidayah” (petunjuk, pembimbing) bagi manusia

Kandungan dan isi alquran

Al-Qur’an berisi pesan-pesan ilahi (risalah illahiyah) untuk umat manusia yang disampaikan melalui Nabi Muhammad Saw.

Pesan-pesan tersebut tidak berbeda dengan risalah yang dibawa olae Nabi Adam, Nuh, Ibrahim dan rasul-rasul lainnya sampai kepada Nabi Isa, rialah itu adalah mentauhidkan Allah.

Konsep ketuhanan yang diajarkan oleh Al-Qur’an tidak berbeda dengan konsep ketuhanan ang diajarkan oleh rasul yang pernah Allah utus didunia ini.

Isi Al-Qur’an mencakup dan menyempurnakan pokok- pokok ajaran dari kitab-kitab Allah SWT yang terdahulu (Taurot, Injil, dan Zabur).

Sebagian ulama mengatakan, bahwa Al-Qur’an mengandung tiga pokok ajaran:
a) keimanan;
b) akhlak danbudi pekerti; dan
c) aturan tentang pergaulan hidup sehari-hari antar sesama manusia.

Ulama yang lain berpendapat, bahwa Al-Qur’an berisi dua peraturan pokok:
a) peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT; dan
b) peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan sesamanya, dan dengan alam sekitarnya.

Al-Quran adalah kitab suci agama islam untuk seluruh umat muslim di seluruh dunia dari awal diturunkan hingga waktu penghabisan spesies manusia di dunia baik di bumi maupun di luar angkasa akibat kiamat besar.

Di dalam surat-surat dan ayat-ayat alquran terkandung kandungan yang secara garis besar dapat kita bagi menjadi beberapa hal pokok atau hal utama beserta pengertian atau arti definisi dari masing-masing kandungan inti sarinya,
yaitu sebagaimana berikut ini :

Alquran Menerangkan Tentang Akidah

Aqidah adalah ilmu yang mengajarkan manusia mengenai kepercayaan yang pasti wajib dimiliki oleh setiap orang di dunia.

Alquran mengajarkan akidah tauhid kepada kita yaitu menanamkan keyakinan terhadap Allah SWT yang satu yang tidak pernah tidur dan tidak beranak-pinak.

Percaya kepada Allah SWT adalah salah satu butir rukun iman yang pertama.

Maka Orang yang tidak percaya terhadap rukun iman disebut sebagai orang-orang kafir.

Akidah atau iman dalam perspektif Al-Qur’an mesti melahirkan amal shalih.

Iman dan amal shalih bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan antara satu dari yang lain, iman dianggap belum benar jika tidak diaktualisasikan dalam prilaku shalih, dan prilaku positif tidak dapat diangap suatu keshalihan jika tidak didasarkan pada keimanan.

Jadi keimanan sangat berkaitan sekali dengan amal shalih…

Karena begitu eratnya kaitan antara kedua hal tersebut, maka perbincangan Al-Qur’an tentang keimanan selalu beriringan dengan amal shalih.

Contohnya pada surat Al-Ikhlas, Ali Imran:32

Alquran Mejelaskan Masalah Masalah Ibadah

Ibadah adalah taat, tunduk, ikut atau nurut dari segi bahasa.
Dari pengertian “fuqaha” ibadah adalah segala bentuk ketaatan yang dijalankan atau dkerjakan untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT.
Bentuk ibadah dasar dalam ajaran agama islam yakni seperti yang tercantum dalam lima butir rukum islam.

Mengucapkan dua kalimah syahadat, sholat lima waktu, membayar zakat, puasa di bulan suci ramadhan dan beribadah pergi haji bagi yang telah mampu menjalankannya.

Kandungan Alquran Juga berisikan Ahlak

Kata akhlaq meupakan jamak dari al-khuluq.
Secara harfiah, ia berasal dari kata kholaqa yang berarti menjadikan. Dan al-akhuluq berarti kejadian. Secara istilah, al-akhlaq diartikan kepada suasana jiwa (ahwal an-nafs) yang berpengaruh pada prilaku.

Ibnu Miskawaih (421 H) mendefinisikan akhlaq itu sebagai sifat yang terrtanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.

Akhlak adalah perilaku yang dimiliki oleh manusia, baik akhlak yang terpuji atau akhlakul karimah maupun yang tercela atau akhlakul madzmumah.

Allah SWT mengutus Nabi Muhammd SAW tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbaiki akhlaq. Setiap manusia harus mengikuti apa yang diperintahkanNya dan menjauhi laranganNya.

Contohnya pada surat Al Israa’ : 23-24, Al Ahqaaf : 15 , Adh Dhuhaa : 9-11, Al Balad : 12-16, Al Insaan : 8-11 , An Nisaa’ : 36-3

Termasuk didalam alquran tentang Hukum – Hukum

Secara garis besar hukum yang diperbincangkan dalam Al-Qur’an meliputi dua hal yaitu
1. ibadah dan
2. muamalah.

Ibadah meiputi shalat, puasa, zakat, dan haji. Dan muamalah meliputi hukum keluarga, jinayah, politik dan ekonomi.
Ini menunjukan bahwa hukum islam sangat komprehensif atau lengkap, tidak ada aspek kehidupan manusia tata aturan hukumnya.
Inilah salah satu karakter khusus hukum islam, yang tidak ada dalam hukum buatan mansia.

J.N.D Anderson, seorang orientalis, mengakui hal ini.

Dia mengatakan :

“hukum islam jauh lebih luas cakupannya dari hukum barat, hukum islam mencakup segala lapangan hukum sekaligus, yaitu hukum publik, hukum privat, hukum nasional, dan hukum internasional dimana Barat tidak menganggapnya sebagai hukum’

Contohnya pada surat al-Baqarah ayat 234, an-Nisa’ ayat 29, al-Maidah ayat 90, An-Nahl ayat 90, Al-Hujarat ayat 13

Alquran juga berisikan Khabar Gembira dan Peringatan

Tadzkir atau peringatan adalah sesuatu yang memberi peringatan kepada manusia akan ancaman Allah SWT berupa siksa neraka atau waa’id.

Tadzkir juga bisa berupa kabar gembira bagi orang-orang yang beriman kepadaNya dengan balasan berupa nikmat surga jannah atau waa’ad.

Di samping itu ada pula gambaran yang menyenangkan di dalam alquran atau disebut juga targhib dan kebalikannya gambarang yang menakutkan dengan istilah lainnya tarhib.

Sejarah atau kisah kisah ummat terdahulu

Sejarah atau kisah adalah cerita mengenai orang-orang yang terdahulu baik yang mendapatkan kejayaan akibat taat kepada Allah SWT serta ada juga yang mengalami kebinasaan akibat tidak taat atau ingkar terhadap Allah SWT.
Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari sebaiknya kita mengambil pelajaran yang baik-baik dari sejarah masa lalu atau dengan istilah lain ikhtibar.

Fungsi dan Tujuan diturunkan nya Alquran

Al-Qur’an al karim memperkenalkan dirinya dengan berbagai ciri dan sifat, ia merupakan kitab Allah yang selalu dipelihara.
Al-Qur’an mempunyai sekian banyak fungsi diantaranya:

a. Menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad SAW bukti kebenaran tersebut dikemukakan dalam tantangan yang sifatnya bertahap.

1) Menantang siapapun yang meragukannya untuk menyusun semacam Al-Qur’an secara keseluruhan.
2) Menantang mereka untuk menyusun sepuluh surat semacam AlQur’an.
3) Menantang mereka untuk menyusun satu surat saja semacam AlQur’an.
4) Menantang mereka untuk menyusun sesuatu seperti atau lebih kurang sama dengan satu surah dari Al-Qur’an.5

b. Menjadi petunjuk untuk seluruh umat manusia.
Petunjuk yang dimaksud adalah petunjuk agama atau yang biasa disebut dengan syariat.

c. Sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW untuk membuktikan kenabian dan kerasulannya dan Al-Qur’an adalah ciptaan Allah bukanciptaan nabi. Hal ini didukung dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Isra’ ayat 88:

Artinya:
“Katakanlah, sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk menciptakan yang serupa dengan qur‟an niscaya mereka tidak akan dapat membuatnya sekalipun sebagian mereka membantu sebagian yang lain”

d. Sebagai hidayah.

Al-Qur’an diturunkan Allah kepada nabi Muhammad bukan sekedar untuk dibaca tetapi untuk dipahami kemudian untuk diamalkan dan dijadikan sumber hidayah dan pedoman bagi manusia untuk mencapai kebahagian di dunia dan di akhirat.

Untuk itu kita dianjurkan untuk menjaga dan memeliharanya. Hal ini sesuai firman Allah SWT dalam surat Fatir ayat 29:

Dari sini dapat dimengerti bahwa Al-Qur’an merupakan sumber yang harus dijadikan dasar hukum atau pedoman dalam hidup dan kehidupan umat manusia.

Sejarah turunnya al quran

Al-Qur’an mulai diturunkan kepada nabi ketika sedang berkholwat di gua hira pada malam isnen bertepatan dengan tanggal tujuh belas ramadhan tahun 41 dari kelahiran nabi Muhammad SAW = 6 agustus 610 M.

Sesuai dengan kemuliaan dan kebesaran Al-Qur’an, Allah jadikan malam permulaan turun Al-Qur’an itu malam “Al-Qodar”, yaitu malam yang penuh kemuliaan

Al-Qur’an Al-Karim terdiri dari 30 juz, 114 surat dan susunannya ditentukan oleh Allah SWT. Dengan cara tawqifi, tidak menggunakan metode sebagimana metode-metode penyusunan buku ilmiah atau buku biasa Lainya.

Para ulama ulumul qur’an membagi sejarah turunnya Al-Qur’an
dalam dua periode, yaitu :

  1. periode sebelum hijrah dan
  2. periode sesudah hijrah.

Ayat-ayat yang turun pada periode pertama dinamai ayat-ayat Makkiyah, dan ayat-ayat yang turun pada periode kedua dinamai ayatayat Madaniyah.

Tetapi di sini akan dibagi sejarah turunnya Al-Qur’an dalam tiga periode, meskipun pada hakikatnya periode pertama dan kedua dalam pembagian tersebut adalah kumpulan dari ayat-ayat Makiyah dan periode ketiga adalah ayat-ayat Madaniyah.

a. Periode Pertama

Diketahui bahwa Muhammad SAW pada awal turunnya wahyu pertama itu belum dilantik menjadi Rasul. Dengan wahyu pertama itu, beliau baru merupakan seorang nabi yang tidak ditugaskan untuk menyampaikan wahyu-wahyu yang diterimanya, dengan adanya firman Allah surat Al-Mudatsir ayat 1-2:

Artinya:“Wahai yang berselimut. Bangkit dan beri peringatan.”Periode ini berlangsung sekitar 4-5 tahun dan telah menimbulkan bermacam-macam reaksi dikalangan masyarakat Arab ketika itu.

Reaksi-reaksi tersebut nyata dalam tiga hal yaitu:

1) Segolongan kecil dari mereka menerima dengan baik ajaranajaran Al-Qur’an.

2) Sebagain besar dari masyarakat tersebut menolak ajaran AlQur’an karena kebodohan mereka, keteguhan mereka mempertahankan adat istiadat dan tradisi nenek moyang, dan karena adanya maksud-maksud tertentu dari satu golongan seperti yang digambarkan oleh Abu Sufyan: “kalau sekiranya Bani Hasyim memperoleh kemuliaan Nubuwwah, kemudian apa lagi yang tinggal untuk kami.”

3) Dakwah Al-Qur’an mulai melebar melampaui perbatasan Makkah menuju daerah-daerah sekitarnya.

b. Periode Kedua

Periode kedua dari sejarah turunnya Al-Qur’an berlangsung selama 8-9 tahun, dimana terjadi pertarungan hebat antara gerakan Islam dan jahiliah.

Gerakan oposisi terhadap Islam menggunakan segala cara dan sistem untuk menghalangi kemajuan dakwah Islamiah.

Dimulai dari fitnah, intimidasi dan penganiayaan, yang mengakibatkan para penganut ajaran Al-Qur’an ketika itu terpaksa berhijrah ke Habsyah dan pada akhirnya mereka semua termasuk Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah.

Pada masa tersebut, ayat-ayat Al-Qur’an disuatu pihak silih berganti turun menerangkan kewajiban prinsipil penganutnya sesuai dengan kodisi dakwah ketika itu.

Seperti yang terdapat dalam firman Allah surat An-Nahl ayat 125: Artinya:

“Ajaklah mereka ke jalan Tuhanmu (agama) dengan hikmah dan tuntutan yang baik, serta bantahlah mereka dengan cara yang sebaik-baiknya.

c. Periode Ketiga.
Selama masa periode ketiga ini, dakwah Al-Qur’an telah dapat mewujudkan suatu prestasi besar karena penganut-penganutnya telah dapat hidup bebas melaksanakan ajaran-ajaran agama di Yasrib (yang kemudian diberi nama Al-Madinah Al-Munawaroh).

Periode ini berlangsung selama sepuluh tahun, dan timbul bermacam-macam peristiwa, problem, dan persoalan, seperti:

prinsip-prinsip apakah yang diterapkan dalam masyarakat demi mencapai kebahagiaan. Bagaimanakah sikap terhadap orang-orang munafik, Ahl Al-Kitab, orang-orang kafir dan lain-lain, yang semua itu diterangkan AlQur’an dengan cara yang berbeda-beda.

Banyak ayat-ayat yang ditunjukkan kepada orang-orang munafik, ahli kitab dan orang-orang musyrik.

Ayat-ayat tersebut mengajak mereka ke jalan yang benar, sesuai dengan sikap mereka terhadap dakwah.

Adapun salah satu ayat yang ditujukan kepada ahli kitab ialah terkandung dalam surat Ali Imran ayat 64:

Artinya:

Wahai ahli kitab (golongan yahudi dan nasrani), marilah kita menuju ke satu kata sepakat diantara kita yaitu kita tidak menyembah kecuali Allah; tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuaatu apapun, tidak pula mengangkat sebagian dari kita Tuhan yang bukan Allah. “Maka bila mereka berpaling katakanlah: “saksikanlah bahwa kami orang-orang muslim

Dari uraian sejarah turunnya Al-Qur’an menunjukkan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an disesuaikan dengan keadaan masyarakat pada saat itu, dan untuk selanjutnya dalam kehidupan manusia.

Nama Nama Alquran dan Sifat Alquran

Nama Nama Alquran

Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., tidak hanya dinamakan al-Qur’an, tetapi juga memiliki beberapa nama:
1. Al-Qur’an:QS ( disebut dalam al-Qur’an 58 kali ).Al-Isra ayat 9. Dinamai al-Qur’an karena ia dibaca.

2. Al-Kitab ( disebut dalam al-Qur’an 261 kali ):QS.Al-Anbiya ayat 10,  Dinamai dengan al-kitab karena ia ditulis

3. Al-Furqan ( disebut dalam al-Qur’an 7 kali ):QS.Al-Furqan. Dinamai dengan al-Furqan karena ia membedakan antara yang hak dengan yang bathil.

4. Adz-Dzikr ( disebut dalam al-Qur’an 24 kali ):QS.Al-Hijr.9 ayat 1. Dinamai dengan adz-Dzikr karena ia adalah suatu peringatan dari Allah yang diturunkan kepada manusia.

Sifat Sifat Alquran

1. Nur ( Cahaya ). Firman Allah surat an-Nisa 174 :

1. Hudan (petunjuk), Syifa (obat), Rahmat, Mau’idhoh. Yunus 57:

2. Mubarak (yang diberkati). Firman Allah surat Al-An’am 92:

3. Mubin (yang menerangkan). Firman Allah surat Al-Maidah ayat 15:

4. Busyro (khabar gembira). Firman Allah surat Al-Baqarah ayat 97

5. Aziz (yang mulia). Firman Allah surat Fushshilat ayat 41


6. Majid (yang dihormati). Firman Allah surat Al-Buruuj ayat 19-20


7. Basyir (pembawa khabar gembira ) dan Nadzir (pemebawa peringatan). Firman Allah surat Fushshilat ayat 3-4

 

Terimakasih Sudah membaca artikel tentang pengertian alquran ini, Baca juga Altikel lainya tentang

Mukzizat Alquran

Cara Membaca Alquran dengan Benar

Bantu share kalau artike ini bermanfaat 🙂

 

Search term :

Pengertian Alquran , pengertian alquran pdf, kandungan dan isi alquran, sejarah alquran, kedudukan alquran, sifat alquran.

Mari Saling Berbagi Dalam Kebaikan
0Shares

Leave a Reply