9 Tanda Baca Alquran Penting Yang Harus Diketahui

Tanda Baca Alquran belajaralquran.id – Pada kesempatan kali ini, kita akan mengenal lebih jauh tentang Tanda Tanda Baca Alquran, baik itu arti tanda baca alquran, istilah tanda baca alquran atau isyarat tanda baca alquran. Misal nya tanda baca alquran ikhfa, idghom, bacaan pendek atau bacaan panjang dan lain lain.

Sahabat sahabat belajaralquran.id mungkin pernah menemukan tulisan arab tanpa tanda baca, biasanya ini terdapat di buku buku asli berbahasa arab.

Tanda Baca Alquran

Tanda Baca Alquran

Bagi yang pernah belajar islam atau belajar alquran di pesantren-pesantren mereka diajarkan cara membaca huruf alquran tanpa tanda baca ini, atau juga dikenal sebagai Arab Gundul.

Akan tetapi, bagi sebagian besar orang yang tidak berbahasa arab, tulisan arab gundul atau tulisan Arab atau tulisan Alquran tanpa tanda baca pastinya sangat menyulitkan untuk membaca nya.

Sehingga dibuatlah tanda tanda baca ini. Termasuk di dalam nya adalah Tanda Baca Alquran.

Tanda Baca Alquran atau Tanda Baca Tulisan arab disebut HARAKAT.

Harakat (Arab: حركات, dibaca harakaat) atau yang disebut juga tanda tasykil merupakan tanda baca atau diakritik yang ditempatkan pada huruf Arab untuk memperjelas gerakan dan pengucapan huruf tersebut.

Dalam membaca al-quran, wajib hukumnya bagi mereka yang sudah akil baligh untuk mengetahui dan menggunakan tanda baca alquran.

 Harakat digunakan untuk mempermudah dalam mengucapkan lapaz atau huruf-huruf Al Quran , terutama untuk orang yang belajar tanda baca alquran dalam membaca dan melapazkan Al Quran.

Contoh tulisan ayat alquran tanpa tanda baca atau harakat :

قل اعوذ برب الناس

dibaca : qul a’uudzu birabbin naasi
Contoh tulisan ayat alquran tanpa tanda baca atau harakat :

قـُلْ ٲعُوْذ ُبـِرَبِّ ٱلنـّٰاسِ
dibaca : qul a’uudzu birabbin naasi

Macam-macam tanda baca Alquran

Tanda Baca Al quran

Tanda Baca Al quran

1. Tanda baca alquran Fathah

Tanda Baca Alquran Fathah (فتحة) adalah harakat yang berbentuk seperti garis horizontal kecil atau tanda petik ( ٰ ) yang berada di atas suatu huruf Arab yang melambangkan fonem (a).

Secara harfiah, fathah itu sendiri berarti membuka, layaknya membuka mulut saat mengucapkan fonem (a).

Ketika suatu huruf diberi harakat fathah, maka huruf tersebut akan berbunyi (-a), contonya huruf lam (ل ) diberi harakat fathah menjadi “la” (لَ ). Cara melafazkannya ujung lidah menempel pada dinding mulut

2. Tanda baca alquran Alif Khanjariah

Tanda baca alquran ALif Khanjariah sama halnya dengan Fathah, yang juga ditulis layaknya garis vertikal seperti huruf alif kecil ( ٰ ) yang diletakkan diatas atau disamping kiri suatu huruf Arab,

yang disebut dengan mad fathah atau alif khanjariah yang melambangkan fonem (a) yang dibaca agak panjang yaitu dua harkat atau dua kali lebih panjang dari pengucapan normal

Sebuah huruf berharakat (bertanda baca) fathah jika diikuti oleh Alif (ا) juga melambangkan fonem (a) yang dibaca panjang.

Contohnya pada kata “laa” (لاَ) dibaca dua harakat atau dua kali lebih panjang dari pengucapan normal.

3. Tanda baca alquran Kasrah

Tanda baca alquran Kasrah (كسرة) adalah harakat yang membentuk layaknya garis horizontal kecil ( ِ ) tanda baca yang diletakkan di bawah suatu huruf arab, harakat kasrah melambangkan fonem (i).

Secara harfiah, kasrah bermakna melanggar. Ketika suatu huruf diberi harakat kasrah, maka huruf tersebut akan berbunyi (-i), contonya huruf lam (ل) diberi harakat kasrah menjadi (li) (لِ).

Sebuah huruf yang berharakat kasrah jika bertemu dengan huruf “ya” (ي ) maka akan melambangkan fonem (-i) yang dibaca panjang. Contohnya pada kata ” lii ” ( لي) dibaca 2 harakat.

4. Tanda baca alquran Dammah

Tanda baca alquran Dammah (ضمة) adalah harakat yang berbentuk layaknya huruf ” waw “( wau) (و) kecil yang diletakkan di atas suatu huruf arab ( ُ ), harakat dammah melambangkan fonem (u).

Ketika suatu huruf diberi harakat dammah, maka huruf tersebut akan berbunyi (-u), contonya huruf ” lam ” (ل) diberi harakat dammah menjadi (lu) (لُ).

Sebuah huruf yang berharakat dammah jika bertemu dengan huruf “waw” (و ) maka akan melambangkan fonem (-u) yang dibaca panjang. Contohnya pada kata (luu) (لـُو).

5. Tanda baca alquran Sukun ( hara’kat )

Tanda baca alquran Sukun (سکون) adalah harakat yang berbentuk bulat layaknya huruf “ha” (ه) yang ditulis di atas suatu huruf Arab.
Tanda bacanya bila ditulis seperti huruf (o) kecil yang bentuknya agak sedikit pipih.

Harakat sukun melambangkan fonem konsonan atau huruf mati dari suatu huruf, misalkan pada kata “mad” (مـَدْ) yang terdiri dari huruf mim yang berharakat sehingga menghasilkan bunyi fathah (مَ) dibaca “ma”, dan diikuti dengan huruf “dal” (دْ) yang berharakat sukun yang menghasilkan konsonan atau bunyi (d) sehingga dibaca menjadi “mad” (مـَدْ).

 Harakat sukun juga misa menghasilkan bunyi diftong , seperti (au) dan (ai), cotohnya pada kata (نـَوْمُ) yang berbunyi (naum)u)) yang berarti tidur, dan juga pada kata (لَـيْن) yang berbunyi (lain) yang berati lain atau berbeda.

6. Tanda baca alquran Tasydid

Tanda Baca alquran Tasydid ( تشديد) atau yang disebut syaddah ( شدة) adalah harakat yang bentuk hurufnya (w) yang diberi atau seperti kepala dari huruf “sin” (س) yang diletakkan di atas huruf arab (ّ )yang letaknya diatas suatu huruf Arab.

Harakat tasydid melambangkan penekanan pada suatu konsonan yang dituliskan dengan simbol konsonan ganda.

Perhatikan, Sebagai contoh pada kata ( شـَـدَّةٌ) yang berbunyi (syaddah) yang terdiri dari huruf syin yang berharakat fathah (ش)yang kemudian dibaca (sya),

Diikuti dengan huruf “dal “yang berharakat tasydid fathah ( دَّ) yang menghasilkan bunyi (dda), diikuti pula dengan ta marbuta ( ةٌ) di akhir kata yang menghasilkan bunyi (h), sehingga menjadi (syaddah).

7. Tanda baca alquran Tanwin

Tanwin (bahasa Arab: التنوين, “at tanwiin”) adalah tanda baca (diakritik) harakat pada tulisan Arab untuk menyatakan bahwa huruf pada akhir kata tersebut diucapkan layaknya bertemu dengan huruf nun mati.

8. Tanda baca alquran Wasal

Wasal (bahasa Arab: وصلة‎, dibaca: washlat) adalah tanda baca atau diakritik yang dituliskan pada huruf Arab yang biasa dituliskan di atas huruf alif atau yang disebut juga dengan Alif wasal. Secara ilmu tajwid, wasal berarti meneruskan tanpa mewaqafkan atau menghentikan bacaan.

Harakat wasal selalu berada di permulaan kata dan tidak dilafazkan apabila berada di tengah-tengah kalimat, namun akan berbunyi layaknya huruf hamzah apabila dibaca di awal kalimat.

Contoh alif wasal:

ٱهدنا ٱلصرط

“ihdinas shiraat”

Bacaan tersebut memiliki dua alif wasal, yang pertama pada lafaz “ihdinaa” ٱهدنا dan “as shiraat” ٱلصرط yang manakala kedua lafaz tersebut diwasalkan atau dirangkaikan dalam pembacaannya maka akan dibaca “ihdinas shiraat” dengan menghilangkan pembacaan alif wasal pada kata “as shiraat”.

Lihat contoh berikut dibawah ini :

نستعين ٱهدنا ٱلصرط

“nasta’iinuh dinas shiraat”

Bacaan di atas terdiri dari kata “nasta’iin”, “ihdinaa dan as shiraat”, dengan mewasalkan lafaz “ihdina” dengan lafaz sebelumnya, sehingga menghasilkan lafaz “nasta’iinuh dinaa”, dengan mewasalkan lafaz “as shiraat” dengan lafaz sebelumnya, maka akan menghasilkan lafaz “nasta’iinuh dinas shiraat”.

Alif wasal lebih sering dijumpai bersamaan dengan huruf lam atau yang disebut juga dengan  alif lam makrifah  pada lafaz dalam bahasa Arab yang mengacu kepada kata yang bersifat isim atau nama.
Contoh alif wasal dalam alif lam makrifah:

ٱلصرط
“as shiraat”

ٱلبقرة
“al baqarah”

ٱلإنسان
“al insaan”

9. Tanda baca alquran Waqaf

Waqaf dari sudut bahasa artinya berhenti atau menahan, manakala dari sudut istilah tajwid ialah menghentikan bacaan sejenak dengan memutuskan suara di akhir perkataan untuk bernapas dengan niat ingin menyambungkan kembali bacaan.

Waqaf dibagi menjadi 4 jenis, diantaranya :

1 ﺗﺂﻡّ (taamm) – waqaf sempurna – yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan yang dibaca secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, dan tidak mempengaruhi arti dan makna dari bacaan karena tidak memiliki kaitan dengan bacaan atau ayat yang sebelumnya maupun yang sesudahnya.

2 ﻛﺎﻒ (kaaf) – waqaf memadai – yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, namun ayat tersebut masih berkaitan makna dan arti dari ayat sesudahnya.

3 ﺣﺴﻦ (Hasan) – waqaf baik – yaitu mewaqafkan bacaan atau ayat tanpa mempengaruhi makna atau arti, namun bacaan tersebut masih berkaitan dengan bacaan sesudahnya.

4ﻗﺒﻴﺢ (Qabiih) – waqaf buruk – yaitu mewaqafkan atau memberhentikan bacaan secara tidak sempurna atau memberhentikan bacaan di tengah-tengah ayat, wakaf ini harus dihindari karena bacaan yang diwaqafkan masih berkaitan lafaz dan maknanya dengan bacaan yang lain.

tanda wakaf alquran

tanda wakaf alquran

Tanda-tanda waqaf

Tanda wakaf mim ( مـ ) disebut juga dengan Waqaf Lazim. yaitu berhenti di akhir kalimat sempurna.
Wakaf Lazim disebut juga Wakaf Taamm (sempurna) karena wakaf terjadi setelah kalimat sempurna dan tidak ada kaitan lagi dengan kalimat sesudahnya. Tanda mim ( م ), memiliki kemiripan dengan tanda tajwid iqlab, namun sangat jauh berbeda dengan fungsi dan maksudnya.

Tanda wakaf tho ( ﻁ ) adalah tanda Waqaf Mutlaq dan haruslah berhenti.

Tanda wakaf jim ( ﺝ ) adalah Waqaf Jaiz. Lebih baik berhenti seketika di sini walaupun diperbolehkan juga untuk tidak berhenti.

Tanda wakaf zha ( ﻇ ) bermaksud lebih baik tidak berhenti

Tanda wakaf sad ( ﺹ ) disebut juga dengan Waqaf Murakhkhas, menunjukkan bahwa lebih baik untuk tidak berhenti namun diperbolehkan berhenti saat darurat tetapi tidak mengubah makna. Perbedaan antara hukum tanda zha dan sad adalah pada fungsinya, dalam kata lain lebih diperbolehkan berhenti pada waqaf sad

Tanda wakaf sad-lam-ya’ ( ﺻﻠﮯ ) merupakan singkatan dari “Al-wasl Awlaa” yang bermakna “wasal atau meneruskan bacaan adalah lebih baik”, maka dari itu meneruskan bacaan tanpa mewaqafkannya adalah lebih baik

Tanda wakaf qaf ( ﻕ ) merupakan singkatan dari “Qeela alayhil waqf” yang bermakna “telah dinyatakan boleh berhenti pada wakaf sebelumnya”, maka dari itu lebih baik meneruskan bacaan walaupun boleh diwaqafkan.

Tanda wakaf sad-lam ( ﺼﻞ ) merupakan singkatan dari “Qad yoosalu” yang bermakna “kadang kala boleh diwasalkan”, maka dari itu lebih baik berhenti walau kadang kala boleh diwasalkan.

Tanda wakaf Qif ( ﻗﻴﻒ ) bermaksud berhenti! yakni lebih diutamakan untuk berhenti. Tanda tersebut biasanya muncul pada kalimat yang biasanya pembaca akan meneruskannya tanpa berhenti.
Tanda wakaf sin ( س ) atau tanda Saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ) menandakan berhenti seketika tanpa mengambil napas. Dengan kata lain, pembaca haruslah berhenti seketika tanpa mengambil napas baru untuk meneruskan bacaan.

Tanda wakaf Waqfah ( ﻭﻗﻔﻪ ) bermaksud sama seperti waqaf saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ), namun harus berhenti lebih lama tanpa mengambil napas

Tanda wakaf Laa ( ﻻ ) bermaksud “Jangan berhenti!”. Tanda ini muncul kadang-kala pada penghujung maupun pertengahan ayat. Jika ia muncul di pertengahan ayat, maka tidak dibenarkan untuk berhenti dan jika berada di penghujung ayat, pembaca tersebut boleh berhenti atau tidak.

Tanda wakaf kaf ( ﻙ ) merupakan singkatan dari “Kathaalik” yang bermakna “serupa”. Dengan kata lain, makna dari waqaf ini serupa dengan waqaf yang sebelumnya muncul.

Tanda wakaf bertitik tiga ( … …) yang disebut sebagai Waqaf Muraqabah atau Waqaf Ta’anuq (Terikat). Waqaf ini akan muncul sebanyak dua kali di mana-mana saja dan cara membacanya adalah harus berhenti di salah satu tanda tersebut. Jika sudah berhenti pada tanda pertama, tidak perlu berhenti pada tanda kedua dan sebaliknya.

Sahabat sahabat belajaralquran.id demikianlah pembahasan tentan tanda baca alquran ini. Bagi seseorang yang baru belajar baca alquran tentunya aga menyulitkan, tapi dengan Semangat serta ketekunan insya Allah akan bisa kita kuasai.

Saran saya untuk yang baru belajar baca alquran, dalam mengenal tanda baca alquran ini sebaiknya kita memiliki guru mengaji. Karena kesalahan dalam membaca tanda baca alquran ini akan mengubah arti dan makna.

Misalnya ketika kita sebagai makmun dalam solat berjamaah, kemudian imam selesai membaca alfatihah. Tentunya kita serentak mengaminkan dengan mengucapkan “aamiin”

Kalau kita mengucapkan “amin” itu artinya terpercaya, kalau aamiin itu artinya “terimalah”. Ehm… jadi kita perlu perhatikan tanda tanda baca alquran 😊

Kalau suka dengan tulisan Tanda Baca Alquran ini, tolong bantu share ya.

Belajar Alquran | Rubaiyat | Metode Rubaiyat | Tajwid | Mengaji |

Saling Berbagi dalam kebaikan

Silahkan Komentar Disini

Dapatkan Paket Belajar Alquran Metode RUBAIYAT

Cara Belajar Baca Alquran Dengan Mudah & Menyenangkan
 

close-link