Tips Mengajarkan Anak Membaca Alquran

Posted on
88 / 100

Bagaimana cara mengajarkan anak membaca alquran? sebagai guru dan orang tua hal ini merupakan tantangan. Dan tentunya guru dan orang tua berharap memiliki metode yang efektif dalam mengajarkan alquran kepada anak didik.

Bagaimana Mengajarkan Anak Membaca Alquran!
Bagaimana Mengajarkan Anak Membaca Alquran

Sejak usia dini, anak-anak harus dikenalkan dengan Alquran. Belajar sejak kecil akan memperkuat hubungan emosional anak dengan Al-Qur’an. Namun, seringkali orang tua atau guru memiliki  banyak kendala dalam proses pembelajaran mulai dari acara televisi, games, dan lain-lain.

Mengajarkan anak membaca Alquran menjadi penuh tantangan sehingga Guru atau orang tua dituntut untuk menyajikan pembelajaran yang menarik dan interaktif agar anak termotivasi untuk belajar membaca Alquran.

Apalagi membaca Alquran termasuk cukup sulit untuk dipelajari, khususnya bagi kaum ‘ajam (non arab) atau yang tidak bisa berbahasa Arab. 

Meski begitu, penting bagi anak-anak untuk dikenalkan dengan Al-Qur’an sejak dini. Ini karena Alquran adalah sumber utama ajaran Islam. 

Selain itu

Allah SWT juga menyiapkan pahala yang besar bagi para guru dan orang-orang yang mempelajari Al Quran, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Utsman bin ‘Affan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Yang terbaik diantara kalian adalah mempelajari Alquran dan mengajarkannya,” (Bukhari). 

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk mengajari anak membaca Al-Qur’an? Syekh Mustafa Fuhaim dalam Kurikulum Pendidikan Anak Muslim (2009) menuliskan beberapa langkah efektif untuk mengajarkan anak membaca Alquran dengan metode sebagai berikut. 

Mengajarkan Anak Membaca Alquran

Rincian langkah- Langkah-langkah tersebut dibagi menjadi tiga tahap sebagai berikut

Tahap Sebelum Mengajar Alquran

  1. Guru atau orang tua mengingatkan anak untuk berkonsentrasi dan fokus pada hal yang akan dipelajari dan bacaan bahasa arab yang akan dipelajari.
  2. Mengajak anak-anak berdoa memohon rahmat dan berkah dari pembelajaran tersebut.
  3. Sebelum mengajarkan beberapa ayat Alquran, orang tua atau guru harus memulai percakapan ringan tentang hikmah dari ayat-ayat Alquran tersebut. 

Namun, belajar membaca Alquran, terutama bagi anak-anak yang tidak bisa berbahasa Arab, hendaknya tidak hanya melafalkan ayat-ayat tersebut tanpa memahami artinya. 

Oleh karena itu, menjadi kewajiban guru atau orang tua untuk membuka topik tentang tema dan makna pembelajaran saat itu

Saat Pembelajaran Alquran

  1. Lebih disukai, latih anak-anak membaca Alquran langsung dari mushaf
  2. Saat mengajar membaca Alquran, penting juga bagi pengajar untuk mengenalkan tanda-tanda wakaf dan istilah tajwid kepada anak-anak untuk meningkatkan kemampuan membaca setiap ayat. 
  3. Istilah tajwid misalnya adalah hukum mad, idgham, sukun, penebalan huruf qalqalah, memperjelas makhraj (tempat keluar) setiap huruf, hamzah washal, hamzah qatha ‘dan sebagainya.

Guru juga harus mendengarkan pengajian Alquran kepada anak-anak lebih dari satu kali. Kemudian, anak diminta untuk membaca ayat-ayat dalam surah tersebut bersama-sama lebih dari satu kali

Jika mengajarkan Al-Qur’an kepada lebih dari satu anak, guru bisa membagi waktu.

Sambil mengoreksi kesalahan yang terjadi pada salah satu bacaan anak, ia dapat meminta beberapa anak lainnya untuk mengulang bacaan surah yang telah dibacanya secara bersamaan. Lalu, kepada beberapa anak lain, dan seterusnya.

Setelah itu, guru meminta satu per satu anak untuk membaca Alquran. Dia bisa melakukan ini dengan menyuruh salah satu anak membaca Alquran setelah dia memberi contoh bacaan. Lalu, minta anak lain untuk melakukan hal yang sama, dan seterusnya

Setelah Pembelajaran Alquran

  1. Guru hendaknya mendiskusikan arti huruf kepada anak dengan memberikan pertanyaan ringan. Hal ini agar guru benar-benar mengetahui bahwa semua anak telah memahami dengan baik arti huruf tersebut.
  2. Guru Alquran harus menanamkan dalam jiwa anak bahwa belajar Alquran adalah ibadah. Allah SWT memberikan pahala yang sangat besar bagi yang mempelajarinya dengan serius.
  3. Guru juga hendaknya mempunyai target pada pertemuan tersebut bahwa anak harus mengulang ayat-ayat yang diajarkan dengan membacanya berulang kali. 
  4. Guru harus memperhatikan cara membaca anak yang benar agar kesalahan tidak terjadi. Jika masih ada kesalahan, walaupun kecil, tidak menutup kemungkinan akan dibawa hingga dewasa jika tidak segera diperbaiki. 
  5. Sebagai catatan, orang tua dan guru harus peka terhadap perkembangan kognitif serta psikologi anak. Dalam hal ini guru menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan tingkat kognitif anak agar dapat memahaminya dengan mudah dan tidak mudah bosan.

Metode Belajar Alquran

Ada banyak metode pembelajaran alquran, salah satu metode pembelajar tersebut adalah diantaranya  adalah metode iqro’

Perlu diperhatikan bahwa metode tersebut harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi , karena masing-masing metode memiliki keistimeaan, kelebihan  dan kekurangan sendiri-sendiri.

Metode iqro’ ini menggunakan model CBSA (Cara Belajar Santri Aktif), adopsi dari Cara Belajar Siswa Aktif, yang sebetulnya juga mengadopsi dari SAL (Student Active Learning).

Metode Iqra’ ini dilengkapi dengan buku Iqro’ terdiri dari enam jilid. Karena buku ini memang dikhususkan untuk anak-anak yang belum tahu sama sekali dengan huruf alquran, maka pelaksanaannya terkesan sangat sederhana. 

Tetapi justru dari kesederhanaan itulah metode ini efektif.

Mengajarkan anak membaca Alquran
Mengajarkan anak membaca Alquran

Adapun caranya adalah sebagai berikut: Jika di sekolah tidak tersedia buku-buku Iqro’ yang bisa dipegang oleh siswa, sebaiknya guru menyiapkan alatnya. yaitu Papan planel dan  kartu huruf. 

Kartu huruf tadi ditulisi dengan huruf hijaiyah dengan harakat fathah dahulu. 

Misalnya: 

A Ba Ta Tsa (huruf Arab) sampai selesai. Huruf-huruf yang diajarkan dapat ditempelkan pada papan planel.

Karena jumlah huruf hijaiyah ada 28, maka guru dapat membagi waktunya. Diusahakan huruf-huruf yang sama motifnya diajarkan dalam waktu yang sama.

Misalnya: 

ba ta tsa, ja ha kho, da dza, ra za, dan seterusnya. Tetapi ketika mengajarkan huruf kedua, huruf pertama harus tetap ditanyakan.

Begitu juga ketika mengajarkan huruf ketiga, huruf pertama dan kedua harus tetap disinggung. Ini mengikuti kerja otak, bahwa semakin sering sesuatu dipikirkan, maka semakin kuat tertambat di dalam ingatan.

Untuk hari pertama cukup empat huruf saja, yaitu A Ba Ta Tsa. Ingat, pemberian pelajaran sebaiknya menggunakan fragmentasi, tidak langsung empat huruf.

Minimal ada lima fragmen. Pertama, kenalkan huruf “A” (Alif berfathah). Tapi guru tidak perlu menyebutkan itu alif berfathah. Cukup katakan saja “A”.

Anak-anak, ini A. Apa? Murid menjawab “A”. Istirahat sejenak. Ulangi lagi, huruf apa ini?

Setelah seluruh kelas, kemudian guru dapat menanyakan kepada sebagian murid.

Begitu seterusnya, hingga sampai kepada perorangan. Dengan cara ini, siswa satu kelas seharusnya sudah tahu bahwa yang ditunjukkan oleh guru tadi berbunyi “A”

Variasi bisa dilakukan, misalnya dengan menyuruh beberapa anak menuliskan di papan tulis. Coba tuliskan A.

Setelah pasti bahwa seluruh kelas mengerti dengan huruf pertama tadi, kegiatan bisa dilakukan dengan huruf kedua, yaitu Ba.

Dengan cara yang sama seperti mengenalkan huruf A tadi seluruh kelas akhirnya memiliki dua huruf, yaitu A dan Ba. Sekarang gabungkan.

Anak-anak, sekarang kamu baca bersama. Tunjuk A dulu, setelah siswa menjawab dengan benar, kemudian tunjukkan Ba.

Ulangi beberapa kali A Ba, A A Ba, A Ba A , Ba Ba A, Ba A Ba, begitu seterusnya hingga anak betul-betul hafal dua huruf tadi. Untuk jelasnya, coba perhatikan kepsyen di bawah ini:

Sekarang lanjutkan dengan pengenalan huruf ketiga, yaitu: Ta. Caranya kira-kira sama dengan pengenalan A.

Tetapi biasanya kalau langkah pertama tadi siswa betul-betul paham maka cara-cara selanjutnya akan lebih mudah.

Tidak harus melalui beberapa langkah yang berulang-ulang, tetapi guru dapat melakukan variasi sesuai kebutuhan.

Langkah pengajaran huruf-huruf yang lain dapat dilakukan.

Intinya, sebelum siswa betul-betul paham dengan materi pertama, jangan dilanjutkan materi berikutnya. Sebab, kalau ini dilakukan, maka siswa akan semakin tambah bingung, dan akhirnya gagal.

Huruf Hijaiyah Anak

Download flash card berupa gambar belajar baca huruf hijaiyah anak
Download

Contoh Mengajarkan Anak Membaca Alquran

Disediakan beberapa huruf, siswa secara acak disuruh mengambil huruf-huruf yang disebutkan oleh guru.

Setelah siswa tadi berhasil mengambil huruf yang diminta guru—yang meminta untuk mengambilkan huruf boleh juga siswa lain, siswa tadi disuruh mengucapkannya keras-keras.

Misalnya siswa disuruh mengambil Ja.

Setelah menemukan Ja, siswa mengucapkannya keras-keras “Ja” sambil menunjukkan huruf “Ja” tadi ke seluruh kelas.

Cara ini sekaligus melatih keberanian siswa, dan meningkatkan pemahamannya terhadap huruf Alquran.

(Catatan: kalau cara ini digunakan, maka kartu huruf dibuat lebih besar, misalnya pada kertas kuarto).

Perlu juga dipahami, mengajar anak kecil itu ibaratnya mengukir di atas batu. Sulit, dan lama. Tetapi ketika batu itu sudah terukir, sulit juga dihilangkan ukirannya itu.

Oleh karena itu mengajar anak-anak kecil harus sering-sering memberikan variasi (misalnya melalui permainan atau semacamnya).

Variasi Dalam Mengajarkan Anak Membaca Alquran

Misalnya kita mengenalkan huruf A Ba Ta Tsa tadi. Rap-nya disusun seperti ini: A A Ba, Aku suka baca. Ba Ba A Aku baca Alquran.Begitu seterusnya, guru bisa menyusun kalimat-kalimat rap ini sekaligus untuk memotivasi mereka agar suka membaca Alquran.

Variasi yang lain: buat lagu. Dahulu ketika saya sekolah di madrasah diniyah, saya sering menggunakan nadhoman untuk menghafal tauhid, tajwid, sharaf dll. Itu benar-benar memudahkan.

Kesimpulan

belajar membaca alquran metode iqro
belajar membaca alquran metode iqro

Sebagai kesimpulan tips mengajarkan anak membaca alquran adalah orang tua dan guru perlu memiliki pemahaman bahwa mengajarkan alquran adalah bagian dari ibadah kepada Allah, dimana pahala nya akan terus mengalir selama anak didik membaca alquran.

Demikianlah, tips mengajarkan anak membaca alquran, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Baca artikel lainya tentang

17 Nama Nama Lain Alquran

4 Tahap Belajar Baca Al Quran Sistem Rubaiyat, Memudahkan !!

Belajar Mengaji Alquran Mudah Untuk Dewasa

Belajar Membaca Alquran Cepat Untuk Dewasa

Mohon Berikan Penilaian

0 / 5 5
Gravatar Image
Assalamualaikum, Berusaha untuk istiqomah Belajar Alquran dan Mengajarkan Alquran, Penulis, Berusaha melakukan terbaik. Distributor Metode Rubaiyat Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *