15 Tujuan Ibadah Haji Dan Hukumnya

Tujuan Ibadah Haji Dan Hukumnya – Sebagai seorang muslim tentunya berharap untuk diberikan kesempatan melaksanakan ibadah haji, apatah lagi ibadah ini termasuk dalam rukun islam.

Apakah hukum berhaji dalam islam serta apa yang menjadi  dalilnya? Apa hikmah, maksuddan tujuan haji? Dalam artikel kali ini kita akan membahasnya bersama-sama.

Tujuan Ibadah Haji Dan Hukumnya

Haji di wajibkan pada Tahun ke 9 setelah Hijrah, di mana Surat Ali ‘Imran diturunkan.

Hukum Haji Dan Dalilnya

Tujuan Ibadah Haji Dan Hukumnya

Tujuan Ibadah Haji Dan Hukumnya

Dalil Haji Menurut Alquran

Di mana Allah Berfirman (apa artinya):

“Dan haji (ziarah ke Mekah) ke Baitullah (Ka ‘bah) adalah kewajiban umat manusia kepada Allah, mereka yang mampu membayar (untuk transportasi, rezeki dan tempat tinggal).”

[Qur’aan, 3:97]

Haji adalah ibadah faridah (wajib), dan ia merupakan salah satu rukun Islam.

Dalil haji Menurut Hadis Nabi SAW

Dalil wajibnya haji untuk ini adalah ayat yang disebutkan di atas, dan ada juga dalil dalam Sunnah yang menunjukkan hal yang sama.

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berdua, berkata: ‘Rasulullah, sallallahu ‘alayhi wa sallam, berkata:

Islam dibangun di atas lima (tiang): bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadhan.

(HR. Al-Bukhaari, 8; Muslim, 16).

Kami memohon kepada Allah agar orang yang menunaikan haji diampuni dosanya serta menjadi haji yang mabrur/mabruroh

Dan bagi yang belum haji kami mohon kepada-Nya agar diberikan kemudahan untuk dapat melaksanakan haji serta semoga Allah SWT memberikan  apa yang mereka harapkan dan selamatkan mereka dari apa yang mereka takuti.

Maksud Dan Tujuan Haji Serta Hikmah

tujuan dan hikmah ibadah haji

Adapun Maksud dan tujuan haji adalah di antaranya adalah sebagai berikut:

1# Metauladani Para Nabi dan Menghormati Kota Suci

Menjalin perasaan hubungan dengan para Nabi Ibrahim saw yang telah membangun Baitullah, kepada Nabi kita Muhammad Rasulullah (saw) dan rasa hormatnya terhadap kesucian Mekah .

Ketika peziarah mengunjungi tempat-tempat suci dan melakukan ritual, dia mengingat kunjungan para nabi itu ke tempat suci ini.

Ibnu ‘Abbas berkata: Kami bepergian dengan Rasulullah (saw) antara Mekah dan Madinah, dan kami melewati sebuah lembah.

Dia berkata, “Lembah apa ini?” Mereka berkata, “Lembah al-Azraq.” Dia berkata, “Seolah-olah aku bisa melihat Musa Rasulullah (as) meletakkan jari-jarinya di telinganya memohon kepada Allah, membaca Talbiyah dan melewati lembah ini.”

– Muslim

Kemudian kami melanjutkan perjalanan sampai kami tiba di sebuah celah gunung. Dia berkata,

‘Jalan gunung apa ini?’ Mereka berkata, “Harsha atau Lift.” Dia berkata, “Seolah-olah saya dapat melihat Yoonus di atas unta merah, mengenakan jubah wol, tali kekang untanya terbuat dari serat kurma, melewati lembah ini membaca Talbiyah.”

2# Mengingat Akan Kematian

Putih dan bersihnya pakaian jamaah haji merupakan tanda kesucian batin, kesucian hati dan kesucian risalah dan tata cara. Ini berarti mengesampingkan semua perhiasan dan menunjukkan kerendahan hati, dan itu adalah peringatan akan kematian ketika wafat seorang muslim memakai pakaian serupa.

Jadi seolah-olah dia sedang bersiap untuk bertemu dengan Allah.

3# Tunduk Kepada Aturan Islam

Memasuki ihram dari miqaat adalah ekspresi fisik dari ibadah dan penghambaan kepada Allah, dan kepatuhan terhadap perintah dan hukum-Nya.

Tidak seorang pun melewatinya (tanpa memasuki ihram) karena itu adalah perintah dari Allah dan hukum yang telah Dia tetapkan. Ini menegaskan kesatuan ummat dan satu sistem.

4# Mentauhidkan Allah SWT

Haji adalah simbol Tauhid sejak pertama kali peziarah memasuki ihram.

Jaabir ibn ‘Abd-Allah berkata, menggambarkan haji Nabi (saw):

Kemudian dia mulai mengucapkan kata-kata Tauhid, ”Labbayka Allahumma labbayk, labbayka laa shareeka laka labbayk. Inna al-hamd wa’l-ni’mata laka wa’l-mulk, laa shareeka lak

(Inilah aku, ya Allah, inilah aku. Inilah aku, Engkau tiada sekutu, inilah aku. Sesungguhnya segala puji dan Berkah adalah milik-Mu, dan segala kedaulatan, tidak ada sekutu bagi-Mu).

Diriwayatkan oleh Muslim, 2137

5# Mengingatkan Akan Kehidupan Akhirat

Ini adalah peringatan hari akhirat ketika semua orang berkumpul di satu tempat di ‘Arafah dan di tempat lain, tanpa membeda-bedakan di antara mereka. Semuanya sama di tempat ini dan tidak ada yang lebih baik dari orang lain.

6# Persatuan Ummat Islam

Haji adalah simbol persatuan, karena haji membuat semua orang sama dalam pakaian, perbuatan, ritual, kiblat dan tempat yang mereka kunjungi. Jadi tidak ada yang lebih baik dari siapapun, raja atau budak, kaya atau miskin, semuanya sama.

Jadi manusia itu sama dalam hak dan kewajiban. Mereka setara di tempat suci ini, dan perbedaan warna kulit dan kebangsaan tidak menjadi masalah; Tidak ada yang berhak membedakan mereka.

Kesatuan perasaan, kesatuan ritual.

Kesatuan dalam tujuan, kesatuan dalam tindakan.

Kesatuan dalam kata. “Manusia berasal dari Adam, dan Adam berasal dari debu. Tidak ada orang Arab yang lebih unggul dari orang non-Arab dan tidak ada orang kulit putih yang lebih unggul dari orang kulit hitam, kecuali dalam hal takwa.”

Lebih dari dua juta Muslim semuanya berdiri di satu tempat, mengenakan pakaian yang sama, berbagi satu tujuan, dengan satu slogan, menyerukan satu Tuhan dan mengikuti satu Nabipersatuan apa yang bisa lebih besar dari ini?

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan dari Masjidil Haram (di Mekah) yang Kami bukakan bagi (semua) manusia, penghuninya dan pengunjung dari Negeri itu sama di sana [dalam hal kesucian dan ziarahnya (haji dan ‘umrah)] — dan barang siapa yang condong ke perbuatan jahat di dalamnya atau kemaksiatan (yaitu mengamalkan syirik dan meninggalkan tauhid), dia akan Kami rasakan dari siksaan yang menyakitkan. Menyiksa’

[al-Hajj 22:25]

7# Bersyukur Atas Pemberian Allah

Itu melatihnya untuk puas dengan pakaian dan akomodasi sederhana, ketika dia memakai dua potong kain dan itu cukup baginya, dan akomodasinya memberinya cukup ruang untuk tidur.

8# Menujukkan Kekuatan Ummat Islam

Menggetarkan orang kafir dan pengikut kesesatan dengan pertemuan besar umat Islam ini. Meski terpencar dan berbeda, fakta sederhana bahwa mereka bersatu meski berbeda pada waktu dan tempat tertentu menunjukkan potensi mereka untuk bersatu di waktu dan tempat lain.

9# Membangun Persatuan Ummat

Menekankan pentingnya umat Islam bersatu dan membangun kerukunan. Karena kita melihat biasanya setiap orang bepergian sendiri-sendiri, sedangkan dalam haji kita melihat orang-orang datang berkelompok.

10# Saling Mengenal

Mengenal keadaan kaum muslimin dari sumber-sumber yang dapat dipercaya, karena kaum muslimin dapat mendengar langsung dari saudaranya tentang keadaan saudara-saudara muslimnya di negeri asalnya.

11# Bertukar Pengalaman

Bertukar manfaat dan pengalaman sesama umat Islam pada umumnya.

12# Saling Tolong Sesama Ummat Islam

Bertemu dengan ulama dan pengambil keputusan dari semua negara dan mempelajari situasi dan kebutuhan umat Islam, dan pentingnya bekerja sama dengan mereka.

13# Tunduk Hanya Kepada Allah

Mencapai ketundukan sejati kepada Allah dengan berdiri di tempat-tempat suci ketika peziarah meninggalkan Masjidil Haram yang merupakan tempat terbaik, dan berdiri di ‘Arafah.

14# Mendapat Ampunan Dari Allah

Ampunan dosa, karena Nabi (saw) mengatakan:

Barang siapa yang melakukan haji dan tidak mengucapkan kata-kata kotor atau melakukan dosa apapun akan kembali bersih dari dosa seperti pada hari ibunya melahirkannya. .

15# Meninggalkan Kebiasaan Buruk

Membuka pintu harapan bagi orang-orang yang berbuat dosa, dan mengajari mereka untuk meninggalkan dosa mereka di tempat-tempat suci ini, sehingga mereka akan meninggalkan banyak kebiasaan buruk mereka selama periode haji dan ritualnya.

Penutup: Tujuan Ibadah Haji Dan Hukumnya

Tentunya masih banyak hikmah dari ibadah haji ini, sahabat belajaralquran.id mungkin mendapatkan dan merasakan hikmah ibadah ini.

Musim haji menjadi pembeda dan pemisahan total dari orang-orang syirik dan kufur yang dilarang untuk menghadiri dengan cara apapun. Dilarang bagi mereka untuk memasuki Masjidil Haram kapan saja, apa pun tujuannya.

Allah berfirman (tafsir artinya):

“Hai orang-orang yang beriman (kepada Keesaan Allah dan kepada Rasul-Nya Muhammad)! Sesungguhnya orang-orang musyrik (musyrik, pagan, musyrik, kafir kepada Keesaan Allah, dan pesan Muhammad) adalah Najasun (tidak suci). Maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram (di Mekah) setelah tahun ini; Dan jika kamu takut miskin, Allah akan memperkaya kamu jika Dia menghendaki, dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”

[al-Taubah 9:28]

Al-Bukhaari meriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata:

Abu Bakar (ra dengan dia) mengirim saya sebagai penyiar pada haji itu [yang mana Nabi (saw) menunjuk Abu Bakar untuk memimpin pada 9 setelah hijrah. ], untuk mengumumkan pada Hari Qurban di Mina bahwa setelah tahun ini tidak ada musyrik yang bisa melakukan haji dan tidak ada yang bisa mengelilingi Baitullah dalam keadaan telanjang.”

Demikianlah artikel tentang tujuan ibadah haji dan hukumnya semoga bermanfaat bagi kita semua.

Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam atas Nabi kita Muhammad dan atas keluarga dan para sahabatnya.

Apakah Artikel ini brmanfaat?

Berikan Penilaian

Rate Rata-rata 5 / 5. Dari 10

Kamu Belum berikan Rating ya

Tags: